Skripsi – Kesantunan Berbahasa

December 5, 2008

ABSTRAK

Filed under: Uncategorized — Ida @ 12:43 am

ABSTRAK

Masyarakat pesantren merupakan komunitas yang menarik untuk diteliti. Pemakaian tuturan bermakna pragmatik imperatif tidak selalu sama antara masyarakat pesantren dengan masyarakat lainnya.

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah kesantunan imperatif antarsantri putri Pondok Pesantren Sunan Drajat Banjaranyar Paciran Lamongan dimana masalah dibatasi pada bentuk kesantunan pragmatik imperatif, makna dasar pragmatik imperatif, dan strategi kesantunan antarsantri putri dilihat dari tingkat ilmu dan status kelembagaan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesantunan imperatif antarsantri putri Pondok Pesantren Sunan Drajat sehingga diharapkan memberi manfaat baik secara praktis maupun teoritis.

Melalui pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif ditemukan bahwa pesantren merupakan komunitas yang unik dimana penerapan norma-norma pesantren maupun budaya Jawa masih terlihat kuat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak dan metode cakap. Dalam metode simak digunakan teknik dasar berupa teknik sadap yang diikuti dengan teknik lanjutan berupa teknik simak libat cakap serta teknik catat. Metode cakap memiliki teknik dasar berupa teknik pancing yang selanjutnya disertai dengan teknik lanjutan cakap semuka. Metode analisis data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode padan pragmatis. Kemudian hasil data yang telah dianalisis tersebut disajikan secara informal yaitu dalam bentuk kata-kata biasa.

Dari kajian teoritik diketahui bahwa tingkat ilmu dan status kelembagaan sangat mempengaruhi bentuk tuturan bermakna pragmatik imperatif santri. Dari berbagai makna pragmatik imperatif tersebut juga bisa diketahui makna dasar pragmatik imperatif yang digunakan santri dalam berkomunikasi. Pemakaian tuturan bermakna pragmatik imperatif hampir bisa dipastikan tidak ada dalam tuturan santri terhadap ustadzah maupun pengurus. Hal ini dipengaruhi oleh konteks sosial dan konteks situasi serta perpaduan budaya pesantren dan Jawa, dimana seorang santri jika berkomunikasi dengan orang yang mempunyai status sosial lebih tinggi, mereka menerapkan sikap wedi (takut), isin (malu), dan sungkan. Selain itu dari penelitian ini ditemukan bahwa tuturan yang lebih panjang tidak selalu dinilai lebih santun. Justru dalam komunikasi santri terhadap ustadzah dan pengurus, tuturan yang pendek, singkat, dan tidak banyak bicara dinilai lebih santun.

5 Comments »

  1. mohon contoh pengumpulan dan pengolahan data (metode simak) tolong kirimkan ke e-mail saya iskandar_kandar66@yahoo.com terima kasih

    Comment by iskandar — October 7, 2009 @ 1:47 pm | Reply

    • Contoh metode pengumpulan dan pengolahan data bisa dibaca di buku “Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik”.

      Comment by Ida — January 31, 2012 @ 8:47 am | Reply

  2. Ass. Mba Ida, tolong krm ke e-mail sy bab 4 n bab 5 ini alamat e-mailnya andi.uchugz06@yahoo.co.id trimakasih

    Comment by andi uchugz06 — September 28, 2012 @ 6:50 pm | Reply

    • Wass. Hi Andi. Seluruh isi skripsi saya sudah saya publish di blog ini, mulai dari pendahuluan sampai daftar pustaka. Silahkan explore blog ini dengan cara cari page di bagian kanan. Thanks.

      Comment by Ida — September 29, 2012 @ 8:18 am | Reply

  3. penelitian yg relevanya dong

    Comment by aly — November 22, 2012 @ 2:48 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: